div.TabView div.Tabs { height: 24px; overflow: hidden; } div.TabView div.Tabs a { float: left; display: block; width: 90px; /* Lebar Menu Utama Atas */ text-align: center; height: 24px; /* Tinggi Menu Utama Atas */ padding-top: 3px; vertical-align: middle; border: 1px solid #000; /* Warna border Menu Atas */ border-bottom-width: 0; text-decoration: none; font-family: "Times New Roman", Serif; /* Font Menu Utama Atas */ font-weight: 900; color: #000; /* Warna Font Menu Utama Atas */ } div.TabView div.Tabs a:hover, div.TabView div.Tabs a.Active { background-color: #FF9900; /* Warna background Menu Utama Atas */ } div.TabView div.Pages { clear: both; border: 1px solid #6E6E6E; /* Warna border Kotak Utama */ overflow: hidden; background-color: #FF9900; /* Warna background Kotak Utama */ } div.TabView div.Pages div.Page { height: 100%; padding: 0px; overflow: hidden; } div.TabView div.Pages div.Page div.Pad { padding: 3px 5px; }

Pendidikan

Kamis, 22 Desember 2011

Kenakalan Peserta Didik (Penggunaan Narkoba)


Memahami Kenakalan Peserta Didik di Sekolah Dasar
(Penggunaan NARKOBA di kalangan Pesdik)

     Setiap insan manusia pasti akan melalui fase-fase pematangan sejak ia dilahirkan.
Mulai dari bayi, balita ( bawah lima tahun ), remaja, dewasa dan akhirnya manula     ( manusia lanjut usia ) sebelum kemudian dipanggil pulang oleh sang pencipta. Fase pematangan ini berperan sangat penting dalam pembentukan sifat, kepribadian dan akhlak seseorang. Tak ubahnya seperti halnya kita menanam pohoin atau tanaman, kesuburan maupun hasil pertumbuhanya sangat berganmtung pada cara kita merawat, menjaga dan memperhatikan perkembanganya dari hari ke hari. Seorang anak yang sejak usia dini tidak memperoleh kasih sayang maupun perhatian dari kedua orang tuanya akan tetap tumbuh namun memiliki kekurangan dalam perkembangan mental dan spiritualnya. Dia bisa tumbuh dengan liar bergantung pada lingkungan dan pergaulanya.
     Dewasa ini kenakalan dari peserta didik sudah menjadi hal yang tidak asing lagi. Berbagai jenis kenakalan yang dilakukan oleh peserta didik disebabkan oleh beberapa factor, yaitu factor internal dan eksternal. Di tingkat sekolah dasar, kenakalan peserta didik telah menjadi hal yang memusingkan para pendidik. Berkelahi, merokok, membolos, berbohong bahkan melihat gambar porno merupakan hal yang sudah biasa bagi sebagian peserta didik. Disini factor pendidik sngat menetukan perilaku dari peserta didik, bagaimana pendidik harus memperlakukan peserta didik dari berbagai macam sifat dan karakternya masing-masing. Faktor orang tua/kondisi keluarga dalam membentuk kepribadian anak dan juga factor lingkungan tempat tinggal ataupun teman sebaya. Kesemuanya itu menjadi permasalahan pendidikan bangsa Indonesia. Kita juga mengetahui bahwa narkoba telah masuk dikalangan peserta didik bahkan ditingkat sekolah dasar. Sungguh memprihatinkan jika kita melihat beberapa tahun yang lalu sebelum narkoba jauh dikenal di kalangan masyarakat. Bagaimana kualitas pendidikan Indonesia akan baik jika para pelaku pendidikan masih dibayang-bayangi oleh kelamnya narkoba.
    

Kenakalan peserta didik sekolah dasar
     Kenakalan peserta didik adalah perbuatan atau tingkah laku yang dilakukan oleh seorang peserta didik  baik secara sendirian atau berkelompok yang bersifat melanggar ketentuan-ketentuan hokum, moral dan social yang berlaku di lingkungan masyarakatnya ( singgih, 1978 ). Ada sebuah jargon yang pernah penulis dengar “ Sehari berteman dengan pencopet , besok sudah mahir menjadi maling, sedangkan setahun bergaul dengan para santri takan mudah mengikuti jejaknya”.
      Berikut ini adalah beberapa contoh karakteristik atau bentuk-bentuk kenakalan peserta didik di tingkat sekolah dasar :
a)      Membohong : Mengatakan sesuatu yang tidak sebenarnya, yang bertujuan menutupi kesalahan baik kepada orang tua, guru maupun teman sebaya.
b)     Membolos     : Tidak mau berangkat sekolah dengan alasan yang tidak jelas.
c)      Pergaulan buruk  : Bergaul dengan teman sebaya maupun kakak kelas yang memberi pengaruh buruk.
d)     Membaca pornografi  : membaca buku-buku pornografi, kebiasaan menggunakan bahasa yang tidak sopan, tidak senonoh, seola olah menggambarkan kurangnya perhatian dan pendidikan orang dewasa.
e)      Penarikan diri  : missal anak duduk menyendiri, menundukan kepala, atau menutup mukanya sewaktu menghadapi gurunya yang marah.
f)       Regresi  : Tingkah laku anak yang pantas untuk perkembanganya terdahulu. Misalnya anak yang berumur 8 tahun disekolah menghisap ibu jari, atau menunjukan ketergantungan kepada guru dalam menghadapi kesukaran dalam  belajar.
g)      Rasionalisasi  : tingkah laku mempertahankan diri dengan cara mencari alas an agar tingkah lakunya dibenarkan oleh orang lain. Termasuk tingkah laku menyalahkan orang lain ( mengkambing hitamkan ).
Pihak-pihak yang terkait dan upaya penanganan kenakalan peserta didik sekolah dasar.
     Karena pembicaraan ini seputar kenakalan peserta didik di sekolah dasar, maka dalam penanganan masalahnya hanya melibatkan pihak sekolah, ( misalnya membolos ditangani oleh pihak sekolah). Dan orang tua ( missal kabur dari rumah dan bergaul dengan orang yang tidak disetujui leh orang tua). Sedangkan upaya penanganan kenakalan peserta didik di SD bisa melalui :
a)      Upaya preventive                                                                                                                                                                                                                   
      Yakni segala tindakan yang mencegah timbulnya kenakalan-kenakalan. Tindakan preventive untuk mencegah kenakalan pesertadidik SD dibedakan menjadi 2 yaitu :
  1. Usaha pencegahan timbulnya kenakalan peserta didik secara umum. 
o   Berusaha mengenal dan mengetahui cirri umumdan khas peserta didik.
o   Mengetahui kesulitan-kesulitan yang secara umum dialami oleh para peserta didik.
o   Usaha pembinaan peserta didik.
  1. Usaha Pencegahan timbulnya kenakalan peserta didik secara khusus, pemberian bimbingan yang diberikan terhadap peserta didik dapat berupa :
o   Pengenalan diri sendiri : mengenal dirinya sendiri dan dalam hubunganya dengan orang lain.
o   Penyesuaian diri  : mengenal dan menerima tuntutan dan penyesuaian diri dengan tuntutan tersebut.
o   Orientasi diri  : Mengarahkan pribadi peserta didik kearah pembatasan  antara diri pribadi dan sikap social dengan penekanan pada penyadaran nilai-nilai social, moral, dan etik.
b)     Upaya represif   
     Usaha menindak pelanggaran norma-norma social dan moral dapat dilakukan dengan mengadakan hukuman terhadap setiap perbuatan pelanggaran.
c)      Tindakan kuratif dan rehabilitasi
     Tindakan ini diambil setelah pencegahan lainya dilaksanakan dan dianggap perlu mengubah tingkah laku si pelanggar peserta didik itu dengan memberikan pendidikan lagi yang biasanya ditangani oleh lembaga khusus maupun perorangan yang ahli dalam bidang ini.



B.  Penyalahgunaan Narkoba
     Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Narkotika adalah obat-obatan yang yang bekerja pada susunan syaraf pusat dan digunakan sebagai analgetik ( pengurang rasa sakit ) banyak dipakai didunia kedokteran. Sedangkan obat terlarang biasa disebut psikotropika adalah obat-obatan yang digunakan untuk terapi gangguan psikiatrik, yang mempunyai efek utama pada aktifitas mental dan perilaku. Jadi obat-obatan atau drugs tersebut merupakan zat yang mempengaruhi dan mengakibatkan perubahan-perubahan tingkahlaku ataupun penghayatan si pemakai. Sedangkan yang dimaksud dengan penyalahgunaan narkoba adalah penggunaan yang tidak semestinya, atau tidak dikonsumsi sebagaimana mestinya. Penyalahgunaanya menyebabkan orang menjadi kecanduan pada suatu obat tertentu sehingga mereka disebut drug addicts.

Pengaruh Narkoba terhadap kesehatan Fisik dan jiwa
     Dampak narkoba bagi pengguna sangat tergantung dari banyak zat yang ia gunakan, cara pemakaian, seberapa sering menggunakanya, dan kondisi badan si pemakai. Akibat secara fisiknya yaitu narkoba akan menelusuri setiap jalur darah yang menyebarkan ke otak, jantung, ginjal, dan bagian tubuh dan terus mengendap disana, sehingga bagian tubuh akan mengalami kerusakan. Dampak secara psikis si pengguna akan mengalami perubahan kejiwaan seperti perasaan tidak peduli terhadap lingkungan , kesadaran dan konsentrasi yang merosot, lamban  berpikir, tampak gelisah, cemas dan putus asa. Terlebih narkoba itu relative mahal sehingga akan menguras kantong. Tidak heran jika banyak orang yang melakukan segala cara untuk mendapatkan narkoba.
Ciri-ciri pengguna narkoba :
Perubahan sikap seperti sering mengunci diri di kamar, suka berlama-lama di kamar mandi, menunjukan sikap cuek, malas mengurus diri, sering berbohong, mudah tersinggung, suka berkelahi dan agresif. Sedangkan kesehatan atau fisiknya antara lain banyak menguap tapi tidak mengantuk, batuk pilek berkepanjangan, diare, perut melilit, sering pusing, otot kaku, demam, sering menggunakan obat tetes mata karena matanya merah dan berair, takut dengan air.
Upaya membantu penanggulangan penyalahgunaan narkoba
1.Upaya Preventiv
Sekolah :
o Menyebarluaskan informasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
o Sekolah sebagai tempat transformasi nilai-nilai dan norma, yang bisa dijadikan tolak ukur yang mapan.
o Menjalin komunikasi dengan oramng tua murid.
Keluarga
o Membangun suasana yang harmonis didalam sebuah keluarga.
o Orang tua menjadi figur pemberi contoh yang baik.
o Orang tua memahami gejolak pekembangan anak.
o Menjadikan keluarga sebagai tempat curahan hati anak.
Masyarakat dan pemerintah
Penyaluran berbagai kegiatan poisitif sebagai wadah atau tempat pengembangan diri peserta didik, misalnya di karang taruna, pramuka, remaja masjid, organisasi keolahragaan dan lain sebagainya.
2.Upaya Kuratif ( mengobatinya )
3.Upaya represif ( tindakan hukum agar jera )


Sari tugas kuliah “PGSD” tahun 2008
o    





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar